Kamis, 11 November 2010

glester


Perbedaan Glesyer dengan Geyser


Pengertian Gletser
Gletser atau glasier atau glesyer adalah sebuah bongkahan es yang besar yang terbentuk di atas permukaan tanah yang merupakan akumulasi endapan salju yang membatu selama kurun waktu yang lama. Bongkahan es ini dapat berupa wilayah daratan yang sangat luas. Saat ini, es abadi menutupi sekitar 10% daratan yang ada di bumi. Sebagian besar bongkahan es yang besar ini berada atau terdapat di wilayah kutub, baik terdapat di wilyah kutub utara, maupun terdapat di wilayah kutub selatan. Meskipun banyak orang yang mengira gletser selalu ada di daerah kutub, sesungguhnya mereka juga bisa berada di daerah pegunungan tinggi di seluruh benua, kecuali Australia, bahkan juga terdapat di pegunungan tinggi di daerah dekat khatulistiwa. Pegunungan Jayawijaya yang terdapat di Provinsi Papua Barat, di Kepulauan Negara Indonesia, merupakan salah satu contoh pegunungan tinggi yang memiliki banyak gletser dan terdapat di wilayah garis khatulistiwa yang terkenal lebih memiliki iklim yang bersifat lebih tropis.
Gletser terjadi di mulai pada lereng pergunungan yang berbentuk cekungan yang di sebut dengan sirka (cirque). Gletser terbentuk ketika salju segar turun, setelah mengendap udara yang terperangkap di antara serpihan salju terdorong keluar sehingga terjadi keping salju padat yang di sebut dengan firn. Saat salju semakin banyak turun di puncak pegunungan, firn akan terpadatkan menjadi es gletser. Bebatuan (till) yang jatuh dari puncak gunung pun akan ikut terbawa oleh gletser ini. Di daerah yang curam es terpecah menjadi rekahan-rekahan yang berbentuk baji (crevasse). Di ujungnya gletser mencair dan membentuk aliran sungai yang mengalir ke bawah pegunungan. Karena gletser berisi dari berbagai macam zat seperti bebatuan, salju, dan sedimen, sehingga saat gletser meluncur ke bawah akan merubah kontur dari pegunungan.






Gletser-gletser ini akan terus ada sepanjang musim. Ini sangat tergantung akan keseimbangan temperatur yang terdapat di wilayah di mana gletser-gletser tersebut berada, khususnya di wilayah kutub, baik di kutub utara maupun di kutub selatan. Para ilmuan memperkirakan bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara (Northern Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Pengaruh pemanasan global atau sering disebut juga dengan istilah global warming dapat menyebabkan bongkahan es yang besar ini mengalami proses pencairan. Proses pencairan ini tidak akan berlangsung secara seketika, namun berlangsung secara gradually atau secara pelan-pelan dan berlangsung secara terus-menerus. Jika hal ini sampai terjadi, proses pencairan bongkahan es yang besar ini dapat menyebabkan peninggian muka air laut yang efek terbesarnya tentu saja dapat menenggelamkan beberapa kota atau beberapa daerah di permukaan bumi yang secara fakta memiliki ketinggian permukaan yang rendah, bahkan memiliki ketinggian di bawah muka air laut, contohnyaa seperti kota Amsterdam di Negara Belanda yang di mana kota tersebut memiliki ketinggian permukaan di bawah ketinggian permukaan air laut yang berada di sekeliling kota tersebut.


Pengertian Geyser



Geyser adalah sejenis mata air panas yang menyembur secara periodik mengeluarkan air panas dan uap air ke udara atau dapat disebut juga aliran air hangat yang menyembur ke permukaan tanah. Nama geyser berasal dari kata Geyser di Haukadalur, Islandia. Kata itu kemudian menjadi kata kerja bahasa Islandia gjósa, "menyembur".
Pembentukan geyser bergantung kepada keadaan hidrogeologi tertentu yang hanya terdapat di beberapa tempat di Bumi, dan karena itu geyser adalah fenomena yang jarang ditemui. Sekitar 1000 ada di seluruh dunia, sekitar setengahnya di Yellowstone National Park, Amerika Serikat. Aktivitas semburan geyser dapat berhenti karena pengendapan mineral di dalam geyser, gempa bumi, dan campur tangan manusia.
Penyemburan nitrogen cair telah diamati di bulan planet Neptunus, Triton. Selain itu di kutub selatan planet Mars yang ditutupi es, terdapat kemungkinan sembuaran karbon dioksida. Fenomena ini juga sering disebut geyser, namun bukan disebabkan oleh energi geothermal, melainkan pemanasan oleh matahari dan efek rumah kaca. Di Triton, nitrogen dapat menyembur dengan ketinggian 8 km.
Salah satu tempat di Reykjavik, ibukota Islandia, terkenal dengan geysernya yang mencapai diameter 20 meter dan ketika hujan, kita bisa menemukan pemandangan yang menakjubkan, yaitu aliran air yang menyembur luar biasa sehingga mencapai ketinggian 70 meter. Jika anda mengunjungi Cina dan menunggu di sekitaran geyser di sungai Yangbo, Tibet. Geyser yang ada dapat menyembur dengan suara yang mengejutkan setiap beberapa menit sekali. Diameter semburan air panas ini mencapai 2 meter dan ketinggian semburannya dapat mencapai 20 meter.
Aliran geyser berasal dari perut bumi melalui saluran-saluran geothermal dan menuju keluar ke permukaan bumi. Banyak terdapat saluran-saluran geyser di dalam perut bumi. Saluran ini muaranya terdapat di permukaan bumi atau terdapat pada permukaan tanah. Selama perjalanan di dalam saluran-saluran geyser yang terdapat pada perut bumi, aliran-aliran air hangat ini turut serta membawa mineral-mineral yang terdapat pada permukaan saluran-saluran geyser atau dengan kata lain bahwa aliran air hangat ini akan mengeluarkan atau membawa keluar berbagai jenis atau berbagai macam mineral yang tersedimentasi selama jangka waktu atau kurun waktu yang sangat lama di atau pada perut bumi. Untuk mengeluarkan aliran air hangat ini dari perut bumi menuju ke permukaan bumi atau dengan kata lain menuju ke permukaan tanah, tentu saja diperlukan tekanan yang sangat besar. Tekanan besar yang dilalui oleh aliran air hangat pada saluran-saluran geothermal ini menyebabkan semburan besar ketika aliran air hangat ini muncul ke permukaan bumi. Tekanan yang besar ini dapat menyebabkan semburan setinggi 20 meter, bahkan dapat mencapai ketinggian 100 meter yang terdapat di geyser-geyser yang terletak di Taman Nasional Yellowstone di Negara Amerika Serikat. Geyser banyak dipergunakan sebagai tempat wisata, tempat penelitian tentang keadaan geothermal, dan tempat untuk mendapatkan sumber mata air baru. Negara Selandia Baru merupakan contoh Negara yang memanfaatkan sumber-sumber geyser yang dimiliki untuk kepentingaan pariwisata. Geyser-geyser yang berada di Taman Nasional Yellowstone banyak dipergunakan untuk penelitian-penelitian tentang keadaan geothermal suatu tempat. Ada pula penelitian-penelitian yang membuat suatu kesimpulan apakah sumber-sumber geyser yang terdapat di Taman Nasional Yellowstone dapat dipergunakan sebagai sumber pembangkit listrik. Banyak wilayah yang memanfaatkan sumber-sumber geyser sebagai salah satu sumber untuk mencari sumber air bersih. Tentu saja diperlukan pengembangan teknologi untuk mendukung hal tersebut.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar